Logo
KATEGORI

Berita

AUTHOR

Siti Kotijah SH, MH.

PUBLISHED

10 Oktober 2019

VIEWS

373 Kali


Inovasi Baru Menjawab Tatangan Pembelajar Hukum Adat Dengan Parade Short Movie

Anak muda zaman sekarang lebih menyukai hal-hal yang instan, simple, dan dapat diselfikan atau upload di media sosial. Tuntutan itu juga diikuti dalam pola pengajaran pada mata kuliah hukum adat, dengan pembina Dr. Siti Kotijah, SH., MH yaitu dengan menggelar parade short movie memotret problematika hukum adat di Kaltim. Mahasiswa mata kuliah hukum adat akan diberikan tugas membuat film pendek dengan tema “Problematika  Masyarakat Hukum Adat di Kalimantan Timur” untuk selanjutnya pada saat film pendek selesai, akan di tampilkan dalam parade short movie dan dinilai oleh dosen pembina.

Tags :

Masyarakat hukum adat di Indonesia ada sebelum negara ini berdiri. Keberadaan dilindungi dan diakui di Pasal 18 B UUD NRI Tahun 1945, termasuk di Kaltim. Model baru pembelajaran dengan sistem short movie sebagai inovasi untuk memperkenalkan hukum adat pada lingkungan fakultas hukum.

Keberadaan mereka di Kaltim terkait dengan budaya, adat istiadat, kearifan lokal, pada posisi terpinggirkan, diasingkan, dan ditinggalkan. Sehubungan dengan itu, memotret keberadaan dari dekat problematika masyarakat adat di Kaltim, memberi nilai pemahaman bagi generasi muda untuk peduli melestarikan, dan menjaga keberlanjutan tradisi, budaya, dan adat istiadat tersebut.

Pergelaran pemutaran film parade short movie mata kuliah Hukum Adat Kelas B angkatan 2018 Fakultas Hukum dimulai pada hari selasa 8 Oktober 2019 pukul 14.00-16.30 di ruang movie Perpustakaan Unmul. Parade short movie menampilkan 5 (lima) film yang memotret problematika hukum adat, terkait dengan keberlangsungan adat istiadat, budaya, dan kearifan lokal suku-suku yang ada di Kalimantan Timur, pertama: suku adat dayak memanjangkan telinga (telinga panjang) di Desa Budaya Pampang, kedua: memotret kampung bali di L1, dengan adat keberlangsungan budaya suku Bali, ketiga: suku toraja dengan adat yang ada, keempat: suku kutai dengan peninggalan kerajaan Mulawarman, dan pelesatraiannya, dan kelima: suku banjar dengan peninggalan masjid pertama di Indonesai, dan perkembangannya.

Diharapkan dengan parade short movie, mahasiswa fakultas hukum peduli akan keberadaan dan keberlangsungan adat istiadat, budaya, dan kearifan lokal yang semakin tergerus dengan pergembangan zaman. (kotijah)



COPYRIGHT © 2017 FAKULTAS HUKUM - UNIVERSITAS MULAWARMAN
Back to top